Sunday, May 4, 2014


Upacara minum teh (Jepang)

Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.



Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.
 

Peralatan yang digunakan pada upacara minum teh di Jepang.
      ひしゃく/hishaku ( centong air )
    おかま/okama ( gentong air )
     ちゃわん/chawan ( mangkuk teh )
    ちゃしゃく/chashaku ( sendok teh )
    なつめ/natsume ( wadah bubuk teh )
      ちゃせん/chasen ( pengaduk teh )
    まっちゃ/matcha ( bubuk teh hijau )

Tuan rumah mengocok teh hingga berbusa untuk disajikan kepada tamu. Dengan mempergunakan bambu pipih kecil yang ujungnya melengkung sendok teh, bubuk teh hijau,  diambil dan ditaruh  di mangkuk. Kemudian tuangi dengan air panas dari gentong. Dengan mempergunakan pengaduk teh, teh diaduk dengan cepat sampai menghasilkan busa yang lembut. Konon kenikmatan teh bergantung pada ketepatan


                                                                perbandingan teh dan air serta cara pengadukan sampai menghasilkan busa yang lembut.

Sebelum meminumnya, terlebih dahulu tamu akan memberi penghormatan kepada tuan rumah dan teh yang telah dibuatnya dengan membungkukkan badan, sambil mengucapkan ⌜おてまえ ちょうだい いたします⌟ otemae choudai itashimasu.

Mangkuk teh diletakkan di tangan kiri dan tangan kanan memutar mangkuk teh ke kanan sebanyak 2 kali.

Teh diminum perlahan-lahan sambil dinikmati sampai habis. Bagaimana rasa teh hijau tersebut ? Pahit!!! Pada saat upacara ini dihidangkan juga わがし/wagashi (kue tradisional Jepang) yang manis. Sehingga terjadi kombinasi yang nikmat.

Setelah selesai minum teh, bagian bibir mangkuk dibersihkan dengan jari. Mangkuk diletakkan kembali dan sekali lagi membungkuk memberi ucapan terimakasih kepada tuan rumah atas hidangan yang telah disajikan.

Uapacara minum teh erat kaitannya dengan agama Budha. Intisari dari makna upacara ini adalah rasa kebersamaan dan ikatan batin yang erat antara tuan rumah dan tamunya yang diwujudkan dalam bentuk minum teh dari satu mangkuk teh yang sama.

Upacara minum teh meningkatkan kesabaran, sebab setiap gerakan dan aturan harus dilakukan dengan runtut dan benar tanpa kesalahan sekecil apapun. Mulai cara memasuki ruangan hingga penghormatan terakhir sebagai tanda upacara telah selesai.  

Upacara minum teh di Jepang yang sudah menjadi tradisi budaya Jepang turun menurun memiliki banyak manfaat antara lain:
  1. Teh yang disajikan baik untuk kesehatan
Teh yang disajikan dalam upacara minum teh memiliki banyak manfaat antara lain :
  1. Memperkuat gigi
  2. Memperkuat daya tahan tubuh
  3. Mencegah hipertensi
  4. Menyegarkan tubuh
  5. Sebagai penetralisir
  6. Menangkal kolestrol
  7. Mencegah kanker
  8. Mengoptimalkan metabolisme gula
Prosesi upacara minum teh merupakan sebuah pembelajaran tata karma

Dalam prosesi upacara minum teh banyak makna kehidupan yang terkandung di dalamnya seperti prosesi saling memberi hormat antara tamu dan penerima tamu yang bermakna saling menghormati dan setiap orang harus menghormati tamu. Prosesi pemberian kue manis atau okashi yang mana harus dihabiskan oleh tamu merupakan bentuk penghargaan dari tuan rumah untuk menyambut tamu dan tamu yang mendapat kue okashi harus menghabiskannya sebagai rasa syukur akan pemberian tamu juga sebagai bentuk penghormatan. Adanya budidaya teh menambah lapangan usaha masyarakat Jepang.

Tujuan adanya upacara minum teh di Jepang

Upacara minum teh merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi dengan manusia dan alam sekitar. Upacara minum teh bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang rileks (santai) antara tuan rumah dan tamu.

Prosesi upacara minum teh di Jepang

Upacara minum teh di Jepang terdiri atas beebrapa prosesi. Berikut prosesi upacara minum teh aliran urasenka :
  1. Tamu masuk dan tuan rumah mempersilakan tamu
  2. Tamu dan penerima tamu saling mengucap salam
  3. Pemberian kue manis bernama Okashi
  1. Saling member salam sesaat setelah pemberian koe Okashi sebagai bentuk rasa hormat
  2. Kue Okashi dimakan menggunakan tusukan bamboo harus dihabiskan untuk menghormati tuan rumah (maka dari itu kue ini biasanya sedikit dan kecil)
  3. Pembuatan teh oleh Tea Master
  1. Setelah teh dibuat lalu disuguhkan kepada tamu dengan mangkuk teh dimana motif mangkuk menghadap tamu sebagai tanda penghormatan
  1. Tamu mengambil mangkuk teh dan juga memutar mangkuk agar motif mangkuk teh menghadap tuan rumah sebanyak 3 kali sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat.
  2. Kemudian tamu mulai meminum teh